Hati-hati SPOILER untuk serial Supergirl Season 2 Episode 4: “Survivors”

Episode Supergirl minggu ini diberi judul “Survivors”. Sesuai dengan judulnya, episode ini berfokus pada alien-alien yang berhasil survive dari planet mereka. Episode ini juga mengeksplor bagaimana para alien itu menghadapi lingkungan hidup barunya di bumi. Diantara alien itu adalah adalah Kara, Mon-El, J’onn J’onzz, dan M’gann M’orzz (Megan, Miss Martian).

Episode ini dibuka dengan adegan hancurnya Planet Daxam. Disana kita mengetahui ternyata Mon-El adalah seorang penjaga keluarga kerajaan di Planet Daxam, dan masuk dalam pesawat Kryptonian yang mengantarkan dia ke bumi itu atas perintah seorang pangeran Planet Daxam yang tidak ingin meninggalkan rakyatnya. Adegan ini dibuat dengan efek visual yang sangat bagus apalagi dengan budget acara televisi. Terlihat nyata sekali bagaimana kacaunya suasana saat Planet Daxam akan hancur, dengan meteor-meteor yang berjatuhan dan menghancurkan sebuah piramid yang sepertinya adalah istana keluarga kerajaan Planet Daxam. Namun sayang, adegan ini tidak terlalu banyak memberikan kontribusi besar pada jalan cerita secara keseluruhan.

Terlalu banyaknya sub-plot menjadi salah satu kekurangan episode ini. Plot-plot kecil ini bisa menjadi dasar cerita yang menarik dalam jangka panjang jalannya serial ini. Namun saat plot-plot ini diperkenalkan dalam satu episode, alhasil menghasilkan satu episode yang terlalu padat dan ramai.

Kekurangan ini untungnya tertutup dengan keseluruhan tema yang dipilih untuk episode minggu ini cukup kuat. Yaitu tentang bagaimana kelompok yang berkuasa selalu berusaha mengeksploitasi kelompok yang lemah atau minoritas, dan bagaimana kelompok lemah dan minoritas itu akan melakukan segala hal agar bisa survive.

Plot yang paling dominan adalah plot yang melibatkan Hank dan Megan. Setelah mengetahui bahwa ada Green Martian lain di episode sebelumnya, Hank berkunjung ke rumah Megan (dengan menembus pintu). Disitu Hank menawarkan untuk bonding, yaitu dimana antara dua Green Martian dapat mengetahui pikiran satu sama lain setiap saat. Namun Megan menolak karena ia ingin melupakan kehidupannya di Mars, dan menyinggung perasaan Hank dengan mengingatkan bahwa istri dan anaknya sudah mati, dan lebih baik melupakan semua itu. Menurut penulis, mungkin itu memang tradisi Green Martian, tapi apakah tidak sedikit ngeri melakukan bonding semacam itu dengan orang yang baru dikenal? Hank menganggap dengan adanya bonding, di Mars tidak ada namanya ego dan kebohongan, dan Kara pun menganggap hal itu “beautiful“. Namun Kara, walaupun seorang alien, seharusnya sudah sangat paham tentang konsep privasi dan menjaga rahasia. Karena menurut Kara menjaga rahasia juga tidak selalu buruk, kan?

Dichen Lachman, aktris yang memerankan tokoh Veronica Sinclair alias Roulette, berperan sangat meyakinkan sebagai pemilik fight club alien yang tenang dan sinis. Bisnisnya adalah memiliki fight club yang partisipannya adalah alien, dan penontonnya adalah petinggi dan konglomerat National City. Kemudian diketahuilah bahwa Megan ternyata menjadi salah satu partisipan fight club tersebut, dan membuat Hank tahu bahwa alasan Megan tidak ingin bonding adalah karena ia terlibat di fight club itu. Disini terlihat sekali bagaimana berbeda kedua survivor itu memaknai kehidupan mereka di bumi. Hank, yang masih memiliki kode etik sendiri bagaimana dia harus survive tanpa menodai kehormatan Green Martian, dan disatu sisi adalah Megan, yang akan melakukan apa pun untuk survive.

Dengan banyaknya plot yang harus disampaikan di episode ini, Roulette sangat disayangkan kurang dieksplor di episode ini. Tidak seperti karakter villain lain yang mengajarkan pelajaran penting bagi hero-nya, karakter ini terkesan digunakan hanya sebagai alat untuk menggabungkan semua plot-plot ini, tanpa memiliki keterkaitan yang mendalam pada tokoh-tokoh utama lainnya.

Dinamika hubungan survivor juga terlihat antara Kara dan Mon-El, tapi dengan jalan cerita yang berbeda 180 derajat dengan Hank dan Megan. Di satu sisi Hank dan Megan datang dari tempat yang sama kemudian datang ke tempat yang lain dan menjalani hidup dengan cara yang berbeda, sedangkan Kara dan Mon-El datang dari dua tempat yang sangat berbeda dan kemudian bertemu dan berusaha untuk melupakan perbedaan itu. Walaupun sedikit tertutup dengan jalan cerita Hank dan Megan, penulis sangat menantikan dinamika mentor dan murid antara Kara dan Mon-El.

Sub-plot yang sangat menghibur datang dari Mon-El dan Wynn yang sepertinya mulai menumbuhkan hubungan pertemanan. Berawal dari Mon-El yang hanya mengecoh Wynn agar membiarkannya keluar dari DEO, hingga akhirnya mereka pergi party bersama. Kemudian sebuah spekulasi muncul ketika Wynn mengatakan bahwa “[Mon-El’s] heart is on the other side.” Sebuah ungkapan yang artinya seseorang itu homoseksual? Apakah Mon-El homoseksual? Apakah Mon-El akan menjalin hubungan juga dengan Wynn? (awkward…).

Hubungan Alex Danvers dan Maggie Sawyer sebagai rekan kerja juga semakin dekat. Namun sepertinya Alex mengharapkan hubungan yang lebih dengan Maggie (awkward…). Terlihat dari raut gembira saat misalnya Alex mendapat pesan dari Maggie, atau pandangan Alex saat melihat Maggie mengenakan baju pesta. Walau akhirnya hubungan itu ternyata bertepuk sebelah tangan, penulis tidak menyalahkan Alex yang ngarep dan kepedean, karena Maggie sendiri seolah selalu memberikan ‘kode’ untuk Alex.

Kehidupan Kara di Catco tidak banyak dieksplor di episode ini. Dan jujur saja, penulis sudah mulai bosan dengan dinamika pegawai dan boss galak antara Kara dan Snapper Carr. Secara keseluruhan, Kara dan Supergirl memang tidak banyak diceritakan di episode ini.

Episode ini terkesan seperti istirahat sejenak dari tiga episode sebelumnya yang lebih memuaskan dari episode ini. Banyaknya sub-plot untungnya dapat diikat dengan satu tema yang menarik dan relevan dengan kenyataan, dan bisa menjadi pondasi yang solid untuk perkembangan masing-masing plot di episode-episode mendatang.

Advertisements