Hati-hati SPOILER untuk serial The Flash Season 3 Episode 5: “Monster”

Setelah episode-episdode sebelumnya yang penulis rasa tidak begitu memenuhi ekspektasi tentang jalan cerita Flashpoint, episode minggu ini sepertinya mulai kembali lagi pada unsur-unsur yang membuat The Flash disukai oleh banyak orang. Mulai banyak intrik dan drama. Dinamika Team Flash juga mulai kembali seperti biasa, ditambah dengan tantangan-tantangan menarik yang akan seru untuk digali lagi di episode-episode mendatang.

Judul episode ini adalah “Monster”, dan tema episode ini adalah bagaimana para tokoh utama kita dapat menghadapi rasa takut itu. Mulai dari Cisco, yang tidak bisa percaya pada Harrison Wells baru alias H.R. setelah dikhianati oleh Wells yang sebelumnya dan oleh pendatang baru yaitu Jay Garrick alias Zoom. Ketakutan itu hampir terealisasi saat Cisco dan Barry menemukan bukti catatan harian suara yang direkam oleh H.R. Penulis berpendapat bahwa akan sangat membosankan apabila Wells lagi yang jadi peran antagonis, atau jalan cerita yang sama tentang seseorang yang sangat dihormati tetapi ternyata adalah antagonisnya. Dan jika dilihat di season ini, Dr Alchemy, yang menjadi peran antagonis utama, juga memakai topeng seperti penjahat utama lain di season-season sebelumnya. Apakah ini artinya kita juga harus menebak-nebak siapa di antara tokoh utama kita yang ada dibalik topeng Dr Alchemy ini, seperti season-season sebelumnya? Akan sangat membosankan apabila jalan cerita seperti ini diulang-ulang tiap seasonnya. Meski begitu, pengakuan H.R. yang ternyata bekerja sebagai ilmuwan sekaligus novelis di bumi tempatnya berasal sepertinya tidak sulit untuk dipercaya mengingat wataknya yang nyentrik.

Disini juga terlihat perbedaan respon dari Barry tentang orang baru. Season sebelumnya, ia sangat tidak percaya dengan Jay Garrick di awal kemunculannya. Di season ini, ia mencoba meyakinkan Cisco bahwa mereka harus memberi kesempatan kepada H.R., mengingat Wells Earth-2 terbukti berbeda dengan Wells Earth-1 alias Eobard Thawne. Meski begitu Barry secara bijak juga tetap berhati-hati dengan terus mendengarkan alasan-alasan mengapa Cisco tidak percaya pada H.R. dan kemudian malah memberi usulan pada Cisco untuk vibe H.R.

Episode ini memperkenalkan tokoh baru yaitu Ibu dari Caitlyn Snow, Dr. Tannhauser, yang diperankan oleh Susan Walters. Caitlyn dan ibunya sudah tiga tahun tidak bertemu. Hal ini disebabkan karena setelah ayah Caitlyn meninggal, ibunya sangat berduka dan meninggalkan Caitlyn begitu saja. Tapi di satu sisi, Caitlyn juga merasa tidak membutuhkan ibunya karena ia sendiri ingin keluar dari bayang-bayang ibunya yang memiliki nama dan reputasi baik dan kemudian Caitlyn meniti karirnya sendiri di S.T.A.R. Labs.

Hubungan ibu-anak ini memang tidak terlalu dekat, dan Danielle Panabaker dan Susan Walters berhasil memainkan peran hubungan yang dingin (no pun intended) ini. Saat mereka bertemu pertama kali terasa bahwa kunjungan itu adalah kunjungan bisnis saja, yaitu untuk berkonsultasi tentang kekuatan barunya. Namun yang disayangkan adalah hubungan dingin itu tetap terasa sampai di momen yang seharusnya emosional, yaitu momen saat Dr. Tannhauser meminta maaf pada Caitlyn karena sudah menjadi ibu yang tidak baik.

Caitlyn pulang dari rumah sakit tempat ibunya dengan kondisi emosional yang tidak baik, ditambah dengan kabar dari ibunya bahwa jika ia terus menggunakan kekuatannya maka kekuatan itu akan mengkonsumsi dirinya. Jika memang cerita ini kemudian akan berujung pada Caitlyn berubah menjadi Killer Frost, episode kali ini berhasil membuka luka lama Caitlyn yang dapat menjadi dasar jalan cerita perubahan Caitlyn. Dan tentunya akan berujung pada perubahan dinamika yang menarik di tengah-tengah Team Flash sendiri ketika mereka mengetahui kekuatan Caitlyn.

Hubungan antara Barry dan Julian Albert yang sudah mulai datar-datar saja untungnya diselesaikan di episode ini. Diungkapkan di episode ini, bahwa Julian berasal dari keluarga kaya di Inggirs. Dari situ ia diekspektasikan oleh keluarganya untuk melanjutkan warisan itu, padahal ia punya keinginan lain dan ia merasa tidak berdaya karenanya. Peran Julian Albert dimainkan secara baik oleh Tom Felton mengingat ia berangkat dari peran Draco Malfoy di seri Harry Potter, yang juga memiliki jalan cerita yang hampir sama. Akan semakin menarik juga bagaimana hubungannya dengan Barry setelah akhirnya membaik, jika kemudian Julian tahu jika Barry adalah The Flash. Apakah akan berterima kasih? Atau kah akan merasa cemburu dengan kekuatan yang dimiliki Barry?

Sementara itu villain kita minggu ini adalah Monster, makhluk raksasa yang ternyata hanya hologram yang dioperasikan oleh seorang anak yang sering dibully. Selain visual efeknya yang bagus, tidak ada lagi yang menarik dari karakter villain ini. Namun episode ini memang tidak berfokus pada villain, namun untuk memperkenalkan kembali tokoh-tokoh utama setelah terjadi Flashpoint, dan membangun pondasi untuk konflik-konflik di episode-episode mendatang.

Advertisements